1. Plot (Alur Cerita)
Alur yang digunakan dalam cerpen yang ditulis oleh Steve Danuser adalah alur campuran karena di dalamnya terdapat cerita flashback dan kembali lagi ke masa depan. Cerpen ini dimulai dengan awalan sebagai berikut:
Paparan:
Menceritakan tentang kehidupan masa lalu seorang Nathanos Marris dimana saat dia menjabat sebagai seorang Ranger Lord dan melayani atasannya yang bernama Sylvanas Windrunner yang memiliki jabatan sebagai Ranger General, mereka memiliki tujuan untuk melindungi kampung halamannya yaitu Quel'thalas beserta ibukota nya, Silvermoon City dari serangan musuh. Lalu tiba-tiba datang sepupu Nathanos yang bernama Stephon Marris menghampiri mereka dan mengatakan pada Sylvanas bahwa suatu saat ia akan menjadi seorang ksatria yang memakai baju zirah yang berkilap dan membawa pedang besar.
Rangsangan:
Ketika Nathanos akan dibangkitkan kembali dari kematiannya yang kedua dia ragu terhadap dirinya yang selama ini dia anggap "lemah" dan tidak pantas melayani seorang Dark Ranger Sylvanas Windrunner, dia berkata pada Sylvanas bahwa jika dia cukup kuat maka lebih baik cari saja kaki tangan yang lain. Lalu perkataan tersebut memicu sedikit rasa kesal Sylvanas dengan ditunjukkannya cahaya merah yang menyala di matanya.
Gawatan:
Disaat Nathanos berhenti memakan daging dari korban yang telah terbunuh, ia melihat sang korban yang terbujur kaku dihidupkan kembali sebagai mayat hidup. Matanya yang memancarkan rasa takut berubah menjadi kemarahan yang sangat besar, mayat tersebut melirik Nathanos lalu seperti seolah ingin tersenyum, lalu sebelum Nathanos akan membalas senyumannya tiba-tiba anak panah melesat ke arah kepala mayat hidup tersebut. Lalu Nathanos melihat tiga bayangan yang samar-samar menghampirinya, sebelum ia akan menyerang bayangan tersebut anak panah melesat menuju kakinya dan membuatnya terjatuh, lalu ia mendengar suara perempuan memanggil namanya, pada awalnya ia tidak menyadari suara siapakah itu. Dan pada akhirnya ia mengenali bahwa suara tersebut adalah suara dari Sylvanas.
Tikaian(Konflik):
Ketika Nathanos akan dibangkitkan kembali menggunakan sihir dari makhluk kematian yang agung yang bernama Val'kyr dan Sylvanas bilang bahwa Nathanos akan dibawa ke meja ritual, pada saat berada di ruangan sihir ia melihat seorang Paladin(ksatria suci)yang akan dijadikan tumbal. Awalnya ia tidak mengenali tumbal tersebut namun akhirnya ia mengenalinya, yang tidak lain adalah sepupunya Stephon.
Rumitan:
Ketika Nathanos menatap kepada sepupunya, ia merasakan sesuatu yang sangat tidak familiar didalam dirinya. Yang tidak lain adalah ia merasa bangga terhadap sepupunya karena telah menggapai cita-citanya sejak kecil, yaitu menjadi seorang ksatria. Namun Nathanos kembali berpikir tentang rencana Sylvanas, apakah ini yang ia maksud sebagai tes penentuan? apakah Sylvanas berpikir bahwa Nathanos akan membela sepupunya dan mengkhianati Sylvanas? Lalu Nathanos pun bertekad untuk tetap setia melayani Sylvanas dan menumbalkan sepupunya.
Rumitan:
Ketika Nathanos menatap kepada sepupunya, ia merasakan sesuatu yang sangat tidak familiar didalam dirinya. Yang tidak lain adalah ia merasa bangga terhadap sepupunya karena telah menggapai cita-citanya sejak kecil, yaitu menjadi seorang ksatria. Namun Nathanos kembali berpikir tentang rencana Sylvanas, apakah ini yang ia maksud sebagai tes penentuan? apakah Sylvanas berpikir bahwa Nathanos akan membela sepupunya dan mengkhianati Sylvanas? Lalu Nathanos pun bertekad untuk tetap setia melayani Sylvanas dan menumbalkan sepupunya.
Klimaks:
Pada saat Sylvanas bilang bahwa Stephon akan berguna untuk rencananya dalam membangun kerajaan mayat hidup baru, namun Stephon menolak dengan keras bahwa ia tidak akan pernah bergabung dengannya. Lalu Nathanos dan Sylvanas berkata bahwa mereka tidak akan menjadikan Stephon sebagai bawahan Sylvanas, melainkan menumbalkannya untuk ritual kebangkitan Nathanos kedua yang menggunakan sihir Val'kyr. Pada saat ritualnya akan dimulai Stephon berkata bahwa cahaya akan selalu melindunginya, dan pada saat sang Val'kyr mengeluarkan bacaan-bacaan kuno, meja ritualnya mulai bercahaya dan Nathanos pun terbakar dalam rasa sakit yang hebat.
Leraian:
Setelah ritualnya selesai, Sylvanas menyuruh Nathanos untuk pergi berkaca untuk melihat wujud barunya. Nathanos melihat bahwa tubuhnya terlihat berbeda dari sebelumnya, dari yang hanya kumpulan daging yang membusuk, dan sisa-sisa otot sekarang terlihat seperti layaknya manusia normal, lalu Sylvanas bilang padanya bahwa dengan kekuatan yang Nathanos miliki sekarang ia akan bisa membunuh ribuan iblis yang mengancamnya.
Selesaian:
Sesaat sebelum Nathanos meninggalkan ruangan, Sylvanas menyuruh bawahannya yang bernama Anya untuk mengantar Nathanos ke ruangan persenjataan. Pada saat mereka meninggalkan ruangan ritual, Anya bilang pada Nathanos bahwa sekarang Sylvanas sudah memiliki kaki tangan yang luar biasa hebat. Lalu saat mereka tiba di ruangan persenjataan, Nathanos mengambil beberapa zirah ringan yang akan membuat dirinya terlindungi tanpa mengurani kecepatan geraknya. Dan pada saat ia akan meninggalkan ruangan persenjataan, perhatian Nathanos tertuju pada sebuah zirah mengkilap milik seorang Paladin, lalu ia merasakan sesuatu yang pernah ia rasakan ketika masih hidup yaitu tubuh lemah seorang manusia yang menghantui pikirannya. Nathanos pun terlihat sedikit menyesal.
Plot dalam cerpen ini mengandung unsur Open Plot karena ceritanya yang menggantung, dan memiliki lanjutan lagi dalam seri lain.
2. Konflik
Di dalam cerpen ini terdapat beberapa macam konflik yaitu konflik ideologi (man against man), konflik fisik (man against man), dan konflik batin (man against himself). Disini tidak terdapat konflik dengan lingkungan (man against environment).
A. Man Against Man
1. Pada saat Nathanos akan diberikan wujud dan kekuatan baru melalui ritual kebangkitan yang kedua, ia mengatakan pada Sylvanas bahwa jika ia tidak benar-benar kuat untuk apa Sylvanas tetap menjadikannya sebagai kaki tangan utamanya.
2. Ketika Nathanos akan membalas senyuman sang mayat perempuan yang baru saja dibangkitkan oleh Val'kyr tiba-tiba anak panah melesat tepat ke arah kepala mayat perempuan tersebut. Nathanos berniat ingin membalas serangan tersebut, namun anak panah dengan cepat melesat ke arah kakinya sehingga ia pun tersungkur.
3. Pada saat Sylvanas mendekat ke arah Stephon (sepupu Nathanos), Sylvanas berkata bahwa ia bisa saja memerintahkan bawahannya untuk menghabisi Stephon. Namun Sylvanas berpikir bahwa Stephon akan berguna untuk rencananya. Stephon tiba-tiba memotong pembicaraan Sylvanas dan berteriak bahwa ia tidak akan pernah melayaninya.
B. Man Against Himself
1. Ketika Nathanos tersungkur akibat terkena serangan si pemanah, ia mendengar ada suara seorang wanita yang memanggilnya. Ia bergumam bahwa wanita yang memanggilnya sudah mati dan tidak mungkin bisa memanggilnya, lalu terdengar lagi suara tersebut dan kali ini ia berpikir apa wanita tersebut datang atas perintah Lich King? Lalu wanita tersebut memanggil namanya sekali lagi, dan kali ini ia mengenali suara tersebut, wanita yang memanggilnya tidak lain adalah Sylvanas.
3. Tokoh (Character)
Pada cerpen ini, terdapat beberapa tokoh yang memiliki berbagai macam sifat yang terbagi kedalam penokohan dan klasifikasi tokoh, diantaranya:
A. Penokohan
1. Nathanos Blightcaller
Aspek Fisik: Tinggi, rambut berwarna coklat gelap, memiliki janggut dan kumis, bermata merah menyala.
Aspek Psikologi: Nathanos memiliki sifat yang ambisius dibuktikan pada percakapan "Then tell this creature to hurry up!" yang ditujukan kepada Sylvanas agar segera memerintahkan Val'kyr untuk memulai ritual.
Aspek Sosial: Nathanos merupakan manusia yang lahir di keluarga biasa, namun ia memiliki hubungan yang dekat dengan para High Elf.
2. Sylvanas Windrunner
Aspek Fisik: Tinggi, langsing, memiliki rambut berwarna pirang, bermata merah menyala, kulit berwarna biru pucat khas mayat., bertelinga panjang khas peri.
Aspek Psikologi: Sylvanas merupakan seorang yang cerdik dibuktikan pada penjelasan di kalimat "The Banshee queen was clever, keeping an archer at hand to put him down had the Val'kyr spell gone awry"
Aspek Sosial: Semasa hidupnya, ia merupakan seorang High Elf yang berasal dari golongan biasa namun hidup di lingkungan bangsawan Silvermoon City.
3. Anya
Aspek Fisik: Tidak dijelaskan di dalam cerpen ini, namun didalam game ia memiliki rambut hitam panjang, mata merah, telinga panjang, dan bertubuh langsing.
Aspek Psikologi: Anya memiliki sifat yang dingin dan cenderung tidak mau banyak bicara.
Aspek Sosial: Anya berasal dari keluarga golongan biasa.
4. Stephon Marris
Aspek Fisik: Tidak dijelaskan bagaimana keadaan fisik Stephon, namun ia diceritakan memakai baju zirah yang berkilap khas ksatria abad pertengahan.
Aspek Psikologi: Sama seperti Nathanos, ia memiliki sifat ambisius, dibuktikan pada sewaktu kecil ia bercita-cita ingin menjadi ksatria pada saat dewasa nanti dan pada akhirnya cita-citanya terwujud.
Aspek Sosial: Sama halnya seperti Nathanos, ia juga berasal dari keluarga biasa.
5. Val'kyr
Aspek Fisik: bertubuh manusia dan memiliki sayap yang lebar.
Aspek Psikologi: Val'kyr memiliki sifat yang penurut pada tuannya dan tidak banyak bicara, ditunjukan pada adegan pada saat ia diperintahkan untuk memulai ritual untuk membangkitkan Nathanos.
Aspek Sosial: Tidak dijelaskan.
Dari semua unsur penokohan di atas, dapat saya klasifikasikan per-tokoh sebagai berikut:
B. Klasifikasi Tokoh
1. Dilihat dari proporsi sifatnya:
Flat Character: Val'kyr
Round Character: Nathanos, Sylvanas, Anya.
2. Dilihat dari perkembangan wataknya:
Static Character: Val'kyr, Stephon.
Developing Character: Nathanos
3. Dilihat dari fungsinya
Tokoh Sentral:
Tokoh Utama Protagonis: Nathanos, Sylvanas
Tokoh Utama Antagonis: Burning Legion (Demon).
Wirawan: -
Wirawati: -
Anti-wirawan: -
Tokoh Bawahan:
Tokoh Andalan: Val'kyr, Anya
Tokoh Tambahan: Lich King, Lor'themar Theron.
4. Latar
Di dalam cerpen ini terdapat beberapa jenis klasifikasi latar yang terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar sosial, dan latar ruangan. Untuk lebih jelasnya lagi dibawah ini merupakan hasil dari analisis saya tentang klasifikasi latar di dalam cerita ini, di antaranya:
A. Latar Tempat
Ada dua latar tempat yang terdapat di dalam cerita ini, yaitu latar tempat (flashback) dan latar tempat utama.
Latar tempat yang terdapat di dalam flashback adalah sebuah padang rumput di sebuah area yang bernama Marris Stead yang merupakan wilayah milik kerajaan Lordaeron. (Terdapat pada kalimat, "From this small rise, the whole of Marris stead stretched out before him. The house where he'd lived most all his life").
Sedangkan latar tempat utama pada umumnya secara keseluruhan terjadi di sebuah kota yang terdapat di bawah reruntuhan kerajaan Lordaeron yang bernama Undercity. (Terdapat pada kalimat, "After winding back through the secret tunnels, the pair traversed a long corridor that opened into the outer ring encircling the Undercity", dan "A singular purpose now drove his every action, a compulsion to spread the plague of undeath through the fallen kingdom of Lordaeron").
B. Latar Waktu
Pada bagian flashback, latar waktu tersebut terjadi pada musim gugur di sore hari menjelang senja ditandai dalam kalimat berikut "A hint of autumn hung in the still, humid air, mingling with the aroma of wildflowers sprouting between the flagstones that marked the path").
Di dalam cerita utama, tidak dijelaskan begitu detail latar waktunya karena kebanyakan peristiwa terjadi di bawah tanah. Namun ada satu kalimat yang menjelaskan bahwa mereka sedang berada di siang hari menjelang sore. Kalimat tersebut adalah "As she pulled back her hood, the sickly yellow light of the Plaguelands illuminated her elven features."
C. Latar Sosial
Dari keseluruhan cerita, latar sosial di dalam cerita ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. Di bagian flashback sang tokoh utama merupakan golongan kelas menengah ke atas, ditandai dengan jabatan Sylvanas yang menjabat sebagai Ranger-General dan Nathanos sebagai Ranger Lord.
2. Sedangkan di bagian cerita utama, mereka berubah menjadi golongan kelas atas atau menjadi bangsawan. Ditandai dengan Sylvanas yang telah menjadi ratu banshee dan Nathanos menjadi kaki tangannya.
D. Latar Ruangan
1. Di padang rumput dekat dengan peternakan domba, ladang gandum di Marris Stead wilayah kerajaan Lordaeron dan bertetangga dengan wilayah Quel'thalas. (Flashback/Intro)
2. Selanjutnya di Undercity tepatnya di bagian Royal Quarter, di dalam setting ini terjadi peristiwa perbedaan pendapat antara Nathanos yang tidak percaya diri dengan kekuatannya dengan Sylvanas yang yakin memilihnya sebagai kaki tangannya.
3. Kuburan tempat dimana ia bangun dari kebangkitan pertamanya, disana ia melihat seorang mayat wanita yang dibangkitkan oleh Val'kyr sambil memakan daging dari bangkai manusia. Lalu mayat yang baru dibangkitkan tersebut tiba-tiba diserang oleh seorang pemanah yang tidak dikenal, yang lambat laun ia menyadari bahwa mereka adalah bawahan Sylvanas, Anya.
4. Plagueland, di dalam setting ini Nathanos mendengar Sylvanas memanggil namanya, namun pada awalnya ia tidak menyadari siapa yang memanggilnya tersebut. Tujuan Sylvanas menemui Nathanos adalah untuk membantunya mendirikan kerajaan mayat hidup dan menjadikannya kaki tangan.
5. Ruang Tahta, disini Sylvanas memerintahkan Val'kyr agar memandu perjalanan menuju Magic Quarter dimana Nathanos akan dibangkitkan kembali.
6. Magic Quarter, di tempat ini Val'kyr akan segera memulai untuk membangkitkan Nathanos
7. Magic Quarter (Altar), di setting ini Nathanos menemukan seorang Paladin di meja persembahan altar, lalu ia menanyakan untuk apa ada manusia disini? dan Val'kyr menjawab bahwa manusia ini adalah tumbal. Disini juga ia mulai menyadari bahwa Paladin tersebut adalah sepupunya sendiri yaitu Stephon. Terjadi beberapa perdebatan tentang masa lalu mereka disini, lalu tidak lama kemudian ritual pun dimulai. Nathanos membuka mata dan Stephon pun menghilang hanya menyisakan zirah ksatrianya yang berkilauan.
8. Magic Quarter (Di depan cermin oval), Nathanos melihat wujud barunya setelah menjalani ritual kebangkitannya.
9. War Quarter, Nathanos dipandu oleh Anya menuju ruangan persenjataan untuk mengambil perlengkapan.
10. Ruangan Persenjataan, disini Nathanos mengambil beberapa zirah ringan, lalu ia melihat sebuah zirah milik seorang Paladin yang familiar yang tidak lain adalah milik mendiang sepupunya, Stephon.
5. Tema
Pada setiap cerita pasti terdapat tema, dan tema terbagi ke dalam dua jenis yaitu tema mayor(major theme), dan tema minor(minor theme). Di dalam cerpen ini kedua tema tersebut telah tersusun seperti sebagai berikut:
A. Tema Mayor (Major Theme)
Setelah dilakukan analisis secara keseluruhan mengenai tema minor, dapat disimpulkan bahwa tema mayor di dalam cerita Dark Mirror ini adalah keinginan seseorang untuk bisa bertambah kuat agar bisa melindungi seseorang yang sangat penting.
B. Tema Minor (Minor Theme)
2. Konflik
Di dalam cerpen ini terdapat beberapa macam konflik yaitu konflik ideologi (man against man), konflik fisik (man against man), dan konflik batin (man against himself). Disini tidak terdapat konflik dengan lingkungan (man against environment).
A. Man Against Man
1. Pada saat Nathanos akan diberikan wujud dan kekuatan baru melalui ritual kebangkitan yang kedua, ia mengatakan pada Sylvanas bahwa jika ia tidak benar-benar kuat untuk apa Sylvanas tetap menjadikannya sebagai kaki tangan utamanya.
2. Ketika Nathanos akan membalas senyuman sang mayat perempuan yang baru saja dibangkitkan oleh Val'kyr tiba-tiba anak panah melesat tepat ke arah kepala mayat perempuan tersebut. Nathanos berniat ingin membalas serangan tersebut, namun anak panah dengan cepat melesat ke arah kakinya sehingga ia pun tersungkur.
3. Pada saat Sylvanas mendekat ke arah Stephon (sepupu Nathanos), Sylvanas berkata bahwa ia bisa saja memerintahkan bawahannya untuk menghabisi Stephon. Namun Sylvanas berpikir bahwa Stephon akan berguna untuk rencananya. Stephon tiba-tiba memotong pembicaraan Sylvanas dan berteriak bahwa ia tidak akan pernah melayaninya.
B. Man Against Himself
1. Ketika Nathanos tersungkur akibat terkena serangan si pemanah, ia mendengar ada suara seorang wanita yang memanggilnya. Ia bergumam bahwa wanita yang memanggilnya sudah mati dan tidak mungkin bisa memanggilnya, lalu terdengar lagi suara tersebut dan kali ini ia berpikir apa wanita tersebut datang atas perintah Lich King? Lalu wanita tersebut memanggil namanya sekali lagi, dan kali ini ia mengenali suara tersebut, wanita yang memanggilnya tidak lain adalah Sylvanas.
3. Tokoh (Character)
Pada cerpen ini, terdapat beberapa tokoh yang memiliki berbagai macam sifat yang terbagi kedalam penokohan dan klasifikasi tokoh, diantaranya:
A. Penokohan
1. Nathanos Blightcaller
Aspek Fisik: Tinggi, rambut berwarna coklat gelap, memiliki janggut dan kumis, bermata merah menyala.
Aspek Psikologi: Nathanos memiliki sifat yang ambisius dibuktikan pada percakapan "Then tell this creature to hurry up!" yang ditujukan kepada Sylvanas agar segera memerintahkan Val'kyr untuk memulai ritual.
Aspek Sosial: Nathanos merupakan manusia yang lahir di keluarga biasa, namun ia memiliki hubungan yang dekat dengan para High Elf.
2. Sylvanas Windrunner
Aspek Fisik: Tinggi, langsing, memiliki rambut berwarna pirang, bermata merah menyala, kulit berwarna biru pucat khas mayat., bertelinga panjang khas peri.
Aspek Psikologi: Sylvanas merupakan seorang yang cerdik dibuktikan pada penjelasan di kalimat "The Banshee queen was clever, keeping an archer at hand to put him down had the Val'kyr spell gone awry"
Aspek Sosial: Semasa hidupnya, ia merupakan seorang High Elf yang berasal dari golongan biasa namun hidup di lingkungan bangsawan Silvermoon City.
3. Anya
Aspek Fisik: Tidak dijelaskan di dalam cerpen ini, namun didalam game ia memiliki rambut hitam panjang, mata merah, telinga panjang, dan bertubuh langsing.
Aspek Psikologi: Anya memiliki sifat yang dingin dan cenderung tidak mau banyak bicara.
Aspek Sosial: Anya berasal dari keluarga golongan biasa.
4. Stephon Marris
Aspek Fisik: Tidak dijelaskan bagaimana keadaan fisik Stephon, namun ia diceritakan memakai baju zirah yang berkilap khas ksatria abad pertengahan.
Aspek Psikologi: Sama seperti Nathanos, ia memiliki sifat ambisius, dibuktikan pada sewaktu kecil ia bercita-cita ingin menjadi ksatria pada saat dewasa nanti dan pada akhirnya cita-citanya terwujud.
Aspek Sosial: Sama halnya seperti Nathanos, ia juga berasal dari keluarga biasa.
5. Val'kyr
Aspek Fisik: bertubuh manusia dan memiliki sayap yang lebar.
Aspek Psikologi: Val'kyr memiliki sifat yang penurut pada tuannya dan tidak banyak bicara, ditunjukan pada adegan pada saat ia diperintahkan untuk memulai ritual untuk membangkitkan Nathanos.
Aspek Sosial: Tidak dijelaskan.
Dari semua unsur penokohan di atas, dapat saya klasifikasikan per-tokoh sebagai berikut:
B. Klasifikasi Tokoh
1. Dilihat dari proporsi sifatnya:
Flat Character: Val'kyr
Round Character: Nathanos, Sylvanas, Anya.
2. Dilihat dari perkembangan wataknya:
Static Character: Val'kyr, Stephon.
Developing Character: Nathanos
3. Dilihat dari fungsinya
Tokoh Sentral:
Tokoh Utama Protagonis: Nathanos, Sylvanas
Tokoh Utama Antagonis: Burning Legion (Demon).
Wirawan: -
Wirawati: -
Anti-wirawan: -
Tokoh Bawahan:
Tokoh Andalan: Val'kyr, Anya
Tokoh Tambahan: Lich King, Lor'themar Theron.
4. Latar
Di dalam cerpen ini terdapat beberapa jenis klasifikasi latar yang terdiri dari latar tempat, latar waktu, latar sosial, dan latar ruangan. Untuk lebih jelasnya lagi dibawah ini merupakan hasil dari analisis saya tentang klasifikasi latar di dalam cerita ini, di antaranya:
A. Latar Tempat
Ada dua latar tempat yang terdapat di dalam cerita ini, yaitu latar tempat (flashback) dan latar tempat utama.
Latar tempat yang terdapat di dalam flashback adalah sebuah padang rumput di sebuah area yang bernama Marris Stead yang merupakan wilayah milik kerajaan Lordaeron. (Terdapat pada kalimat, "From this small rise, the whole of Marris stead stretched out before him. The house where he'd lived most all his life").
Sedangkan latar tempat utama pada umumnya secara keseluruhan terjadi di sebuah kota yang terdapat di bawah reruntuhan kerajaan Lordaeron yang bernama Undercity. (Terdapat pada kalimat, "After winding back through the secret tunnels, the pair traversed a long corridor that opened into the outer ring encircling the Undercity", dan "A singular purpose now drove his every action, a compulsion to spread the plague of undeath through the fallen kingdom of Lordaeron").
B. Latar Waktu
Pada bagian flashback, latar waktu tersebut terjadi pada musim gugur di sore hari menjelang senja ditandai dalam kalimat berikut "A hint of autumn hung in the still, humid air, mingling with the aroma of wildflowers sprouting between the flagstones that marked the path").
Di dalam cerita utama, tidak dijelaskan begitu detail latar waktunya karena kebanyakan peristiwa terjadi di bawah tanah. Namun ada satu kalimat yang menjelaskan bahwa mereka sedang berada di siang hari menjelang sore. Kalimat tersebut adalah "As she pulled back her hood, the sickly yellow light of the Plaguelands illuminated her elven features."
C. Latar Sosial
Dari keseluruhan cerita, latar sosial di dalam cerita ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu:
1. Di bagian flashback sang tokoh utama merupakan golongan kelas menengah ke atas, ditandai dengan jabatan Sylvanas yang menjabat sebagai Ranger-General dan Nathanos sebagai Ranger Lord.
2. Sedangkan di bagian cerita utama, mereka berubah menjadi golongan kelas atas atau menjadi bangsawan. Ditandai dengan Sylvanas yang telah menjadi ratu banshee dan Nathanos menjadi kaki tangannya.
D. Latar Ruangan
1. Di padang rumput dekat dengan peternakan domba, ladang gandum di Marris Stead wilayah kerajaan Lordaeron dan bertetangga dengan wilayah Quel'thalas. (Flashback/Intro)
2. Selanjutnya di Undercity tepatnya di bagian Royal Quarter, di dalam setting ini terjadi peristiwa perbedaan pendapat antara Nathanos yang tidak percaya diri dengan kekuatannya dengan Sylvanas yang yakin memilihnya sebagai kaki tangannya.
3. Kuburan tempat dimana ia bangun dari kebangkitan pertamanya, disana ia melihat seorang mayat wanita yang dibangkitkan oleh Val'kyr sambil memakan daging dari bangkai manusia. Lalu mayat yang baru dibangkitkan tersebut tiba-tiba diserang oleh seorang pemanah yang tidak dikenal, yang lambat laun ia menyadari bahwa mereka adalah bawahan Sylvanas, Anya.
4. Plagueland, di dalam setting ini Nathanos mendengar Sylvanas memanggil namanya, namun pada awalnya ia tidak menyadari siapa yang memanggilnya tersebut. Tujuan Sylvanas menemui Nathanos adalah untuk membantunya mendirikan kerajaan mayat hidup dan menjadikannya kaki tangan.
5. Ruang Tahta, disini Sylvanas memerintahkan Val'kyr agar memandu perjalanan menuju Magic Quarter dimana Nathanos akan dibangkitkan kembali.
6. Magic Quarter, di tempat ini Val'kyr akan segera memulai untuk membangkitkan Nathanos
7. Magic Quarter (Altar), di setting ini Nathanos menemukan seorang Paladin di meja persembahan altar, lalu ia menanyakan untuk apa ada manusia disini? dan Val'kyr menjawab bahwa manusia ini adalah tumbal. Disini juga ia mulai menyadari bahwa Paladin tersebut adalah sepupunya sendiri yaitu Stephon. Terjadi beberapa perdebatan tentang masa lalu mereka disini, lalu tidak lama kemudian ritual pun dimulai. Nathanos membuka mata dan Stephon pun menghilang hanya menyisakan zirah ksatrianya yang berkilauan.
8. Magic Quarter (Di depan cermin oval), Nathanos melihat wujud barunya setelah menjalani ritual kebangkitannya.
9. War Quarter, Nathanos dipandu oleh Anya menuju ruangan persenjataan untuk mengambil perlengkapan.
10. Ruangan Persenjataan, disini Nathanos mengambil beberapa zirah ringan, lalu ia melihat sebuah zirah milik seorang Paladin yang familiar yang tidak lain adalah milik mendiang sepupunya, Stephon.
5. Tema
Pada setiap cerita pasti terdapat tema, dan tema terbagi ke dalam dua jenis yaitu tema mayor(major theme), dan tema minor(minor theme). Di dalam cerpen ini kedua tema tersebut telah tersusun seperti sebagai berikut:
A. Tema Mayor (Major Theme)
Setelah dilakukan analisis secara keseluruhan mengenai tema minor, dapat disimpulkan bahwa tema mayor di dalam cerita Dark Mirror ini adalah keinginan seseorang untuk bisa bertambah kuat agar bisa melindungi seseorang yang sangat penting.
B. Tema Minor (Minor Theme)
- Keindahan suatu kampung halaman.
- Kekhawatiran seseorang terhadap tindakan atasannya.
- Kebijaksanaan seorang atasan.
- Perdebatan soal keahlian.
- Kebaikan hati seseorang terhadap anak-anak.
- Keraguan seseorang atas dirinya sendiri.
- Kemarahan atasan yang diakibatkan karena keras kepalanya si bawahan.
- Pertemuan yang sangat singkat antar seseorang.
- Kemunculan orang yang tidak dikenal.
- Kembalinya seorang atasan untuk meyakinkan bawahannya
- Penyusunan rencana.
- Bangkitnya keyakinan seseorang atas dirinya sendiri.
- Ketidak sabaran seseorang untuk merubah dirinya.
- Rasa penasaran seseorang terhadap seorang tahanan.
- Pertemuan yang tidak terduga dengan seorang sepupu.
- Tekad yang sia-sia seseorang yang akan menemui ajalnya.
- Kembalinya semangat dan ambisi seseorang.
- Persiapan memakai perlengkapan perang.
- Perdebatan kecil seseorang yang diakibatkan karena perbedaan persepsi.
- Kilas balik seseorang terhadap sepupunya yang telah tiada.
6. Sudut Pandang
Sudut pandang merupakan unsur instrinsik dalam sebuah cerita yang mana adalah si pengarang atau penulis memiliki gayanya masing-masing dalam menggambarkan setiap karakter. Dimulai dari si penulis yang menjadi tokoh utama atau sentral, penulis yang tidak menjadi tokoh sentral, dan ada juga penulis yang seolah hilang dan membiarkan cerita mengalir dengan sendirinya.
Menurut Laurence Perrine, sudut pandang dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu:
- Omniscient Point of View
- Limited Omniscient Point of View
- First Person Point of View
- Objective Point of View
Dari beberapa bagian tersebut dapat kita ketahui bahwa sudut pandang dalam cerpen Dark Mirror karya Steve Danuser ini menggunakan sudut pandang Objective Point of View. Dapat dibuktikan karena di dalam cerpen ini setiap tokoh langsung diceritakan dengan menyebutkan namanya dan tanpa diceritakan oleh tokoh lain. Sang penulis juga membiarkan cerita mengalir begitu saja, hal ini dapat dibuktikan pada kutipan sebagai berikut:
"Nathanos Marris closed his eyes and inhaled deeply through a nose that had been broken more times than he could count" (Danuser, 2017:1). Di dalam kutipan tersebut dapat kita lihat bahwa sang tokoh utama adalah Nathanos Marris, ia diceritakan langsung menggunakan nama langsung si tokoh di dalam cerita.
7. Simbol
Simbol menurut Laurence Perrine merupakan sebuah makna yang memiliki arti lebih dari makna itu tersendiri. Bisa jadi sebuah objek, seseorang, situasi, aksi, dan lain-lain. Dari hasil analisis yang saya lakukan pada cerpen ini terdapat beberapa simbol yang mana sebagai berikut:
7. Simbol
Simbol menurut Laurence Perrine merupakan sebuah makna yang memiliki arti lebih dari makna itu tersendiri. Bisa jadi sebuah objek, seseorang, situasi, aksi, dan lain-lain. Dari hasil analisis yang saya lakukan pada cerpen ini terdapat beberapa simbol yang mana sebagai berikut:
- Nathanos: Kekuatan, Ambisi, Dendam, Kekejian.
- Autumn: Keheningan di suatu tempat di musim gugur.
- Dark: Sebuah suasana dimana terdapat kesuraman dan dihantui oleh dendam dari masa lalu.
- Ranger-general: Kewibawaan, kelembutan, ketaatan seseorang pada tugasnya.
- Marris Stead: Keindahan pemandangan.
- Altar: Keputus-asaan
- Royal Quarter: Kemewahan ruang tahta seorang ratu
- Lor'themar Theron: Kepintaran
- Arthas(The Lich King): Kekejaman, kejahatan, kegelapan, kengerian, haus akan kekuatan.
- Anya: Ketaatan, kecerdikan
- Val'kyr: Ketaatan
- Stephon: Perjuangan, Kegigihan, kebaikan
- Sylvanas Windrunner: Kecerdikan, dendam, kecantikan
- Fallen Kingdom of Lordaeron: Kelemahan, horror, kekejaman di masa lalu
- Three Cloaked Figure: Kecerdikan, kelicikan
- Forsaken: Dendam, ambisi yang kuat
- Paladin: Kesucian, Pejuang
- Armor: Kegagahan seorang ksatria
- Undercity: Kegelapan
8. Ironi
Ironi adalah keadaan yang dimana sesuatu yang kita harapkan tidak sesuai dengan apa yang pembaca/tokoh inginkan. Di dalam suatu karya, ironi terbagi ke dalam tiga bagian yaitu:
- Verbal Irony
- Irony of Situation
- Dramatic Irony
A. Verbal Irony
Verbal ironi merupakan sesuatu yang diucapkan sang tokoh tidak sama maknanya dengan apa yang dia rasakan.
- Pada saat Nathanos berbicara kepada Sylvanas "Why would you want such a monster to serve you?" Sebenarnya ia hanya ingin menjadi lebih kuat, dan ingin segera melaksanakan ritual, namun ia hanya kurang percaya diri.
Irony of situation adalah perbedaan situasi yang diharapkan dengan apa yang terjadi.
- Ketika Nathanos bertemu dengan Stephon yang mana menjadi tawanannya, dan menumbalkannya bukannya sadar dan menolongnya. Ekspektasi saya adalah ketika Nathanos bertatap muka dan berbicara "Hello cousin" seharusnya ia sadar dan segera membebaskan sepupunya lalu mengkhianati Sylvanas.
- Pada saat Stephon akan di eksekusi, ketika ia berteriak "The light will save me". Ekspektasi saya adalah seharusnya kekuatan yang sebenarnya dari Stephon muncul dan cahaya menyelamatkannya dari kematian.
Dramatic irony adalah ironi yang terjadi antara pikiran pembaca dengan apa yang dipikirkan oleh tokoh dalam novel.
- Di dalam cerpen ini terdapat satu dramatic irony yaitu, jalan pikir Sylvanas yang ingin membuat kerajaan sendiri dan menambah kekuatan para prajuritnya yang menurut ia bagus dan tidak ada salahnya sama sekali, namun nyatanya yang ia pikirkan hanyalah balas dendam terhadap apa yang menimpanya di masa lalu, dan ia akan membunuh/menghancurkan apapun yang menghalangi rencananya.
9. Aspek Fantasi
Aspek fantasi merupakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara nalar/ secara logika. Entah itu benda, makhluk hidup, atau tempat. Di dalam suatu karya yang bertemakan fantasi, biasanya aspek ini muncul di dalam tema, latar, tokoh, dan alur. Di dalam cerpen Dark Mirror ini terdapat beberapa aspek fantasi, berikut adalah hasil analisis saya:
- Tema: Di dalam cerpen Dark Mirror ini, terasa seperti di dunia dongeng dimana terdapat elf, mayat hidup, naga, sihir, dan lain-lain. Sang tokoh utama yang merupakan mayat hidup berusaha keras untuk menjadi lebih kuat demi melindungi atasannya yaitu Sylvanas yang juga merupakan ratu Banshee.
- Alur: Berikut adalah alur yang terdapat aspek fantasi di dalamnya: Nathanos yang pada awalnya adalah seorang manusia namun terbunuh oleh Arthas si ksatria kematian bersamaan dengan Sylvanas. Mereka dibangkitkan kembali oleh Arthas dengan tujuan untuk menjadi anak buahnya, namun pada saat Arthas berhasil dikalahkan mereka kembali mendapatkan kebebasan namun dalam bentuk mayat hidup. Sylvanas yang merupakan seorang Banshee memiliki dendam yang amat besar terhadap Arthas. Namun ketika ia melihat bahwa Arthas telah dikalahkan oleh orang lain ia menjadi berbalik membenci terhadap apapun yang hidup. Untuk itulah Sylvanas membutuhkan kekuatan Nathanos sang tokoh utama di dalam cerpen ini. Pada awalnya Nathanos tidak percaya diri dan sempat menolak untuk menjadi kaki tangan Sylvanas karena ia adalah mayat hidup yang lemah dan tidak berguna. Namun pada akhirnya Sylvanas berhasil membujuknya dan membangkitkannya kembali dengan bantuan Val'kyr dengan tumbal sepupunya sendiri Stephon.
- Latar: Di dalam cerpen ini terdapat satu latar tempat yang menjadi inti dari semua isi cerita berlangsung, yaitu Undercity. Undercity adalah kota yang berada tepat di bawah reruntuhan kerajaan Lordaeron yang mana telah berubah menjadi kuburan dan sarang bagi mayat hidup.
- Tokoh: Seluruh tokoh yang ada di dalam cerpen ini adalah tokoh khayalan yang mana sebagai berikut
- Nathanos Marris/Blightcaller: Seorang mayat hidup yang dulunya merupakan manusia, ia dibangkitkan dua kali oleh Sylvanas dengan tujuan untuk memperkuat dirinya kembali.
- Sylvanas Windrunner: Sylvanas merupakan atasan dari Nathanos yang mana ia dulu adalah seorang High Elf yang cantik, anggun, dan baik hati. Bersamaan dengan Nathanos, ia terbunuh pada saat melindungi kota Silvermoon dari serangan Arthas dan pasukan mayat hidupnya. Sylvanas pun berubah menjadi ratu Banshee.
- Stephon Marris: Seorang paladin(ksatria cahaya) dengan kekuatan khusus untuk mengalahkan mayat hidup, ia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan luka, membangkitkan temannya yang gugur, dan menghancurkan roh jahat.
- Val'kyr: Wanita mirip manusia namun memiliki sayap besar dengan warna kulit biru terang dan transparan layaknya hantu
- Anya: Ajudan langsung Sylvanas, ia juga dulunya adalah seorang High Elf sama seperti atasannya namun ikut terbunuh saat peperangan. Kini ia telah menjadi dark ranger.
- The Lich King(Arthas): Dulunya ia adalah seorang paladin sama seperti Stephon, namun ia berubah menjadi ksatria kematian dan menjadi raja dari seluruh mayat hidup setelah mengambil pedang terkutuk Frostmourne.
- Lor'themar Theron: seorang High Elf dengan kemampuan membidik sasaran dengan panah yang luar biasa hebat.
10. Pesan Moral
Di dalam cerita pendek yang berjudul "Dark Mirror" karya Steve Danuser ini terdapat 2 jenis konflik yaitu manusia dengan manusia, dan manusia dengan dirinya. Kedua jenis konflik tersebut memiliki pesan moral yang mana sebagai berikut:
Di dalam cerita pendek yang berjudul "Dark Mirror" karya Steve Danuser ini terdapat 2 jenis konflik yaitu manusia dengan manusia, dan manusia dengan dirinya. Kedua jenis konflik tersebut memiliki pesan moral yang mana sebagai berikut:
- Manusia Dengan Manusia : - Pada saat terjadi perdebatan kecil antara Sylvanas dan Nathanos
- Ketika Nathanos akan menghadapi sosok yang menyerang dengan panah secara tiba-tiba.
- Ketika Sylvanas akan segera menjadikan Stephon tumbal.
Pesan Moral:
- Jangan pernah ragu dengan apa yang kita miliki, karena semua adalah anugerah pemberian dari Tuhan.
- Seharusnya kita berpikir dulu sebelum bertindak karena siapa tau dibalik perlakuan keras seseorang tersimpan maksud yang baik.
- Jangan pernah mengorbankan orang yang tidak bersalah, dan jangan pula kita menyakitinya tanpa alasan tertentu.
- Manusia Dengan Dirinya Sendiri: - Pada saat ada suara yang memanggil Nathanos.
- Jangan menyimpulkan terlalu cepat atau terburu-buru.
11. Didaktis
Di dalam aspek didaktis terdapat 3 aspek di dalamnya yaitu, aspek religi, aspek moral, dan aspek sosial. Pada cerpen "Dark Mirror" ini hanya terdapat aspek moral dan aspek sosial yang mana sebagai berikut:
- Aspek Moral: - Kembalinya semangat Nathanos, pada saat ia ragu apakah ia pantas menjadi kaki tangan Sylvanas. Sylvanas memberinya masukan bahwa ialah yang paling tepat menjadi kaki tangannya karena setelah menjalankan ritual ia akan menjadi jauh lebih kuat.
- Aspek Sosial: - Rasa bangga Nathanos pada sepupunya, ketika ia menatap Stephon untuk terakhir kalinya karena akan dijadikan tumbal, ia menyadari bahwa Stephon telah tumbuh menjadi apa yang dicita-citakannya yaitu menjadi seorang paladin.
Pada setiap karya setiap orang pasti memiliki emosi didalamnya, entah itu puisi, lagu, novel, dan lain-lain. Ada beberapa jenis emosi yang saya temukan di dalam cerpen karya Steve Danuser yang berjudul "Dark Mirror" ini, antara lain;
- Cemas : Pada saat Sylvanas datang menemui bawahannya Nathanos di flashback, padahal tidak seharusnya seorang atasan datang menemui bawahannya di luar kerajaan.
- Senang : Ketika Sylvanas memberikan koin emas pada sepupu Nathanos untuk membeli sebilah pedang ketika ia sudah dewasa nanti.
- Ketika Nathanos menyelesaikan ritual dan bertambah menjadi sangat kuat.
- Kesal : Pada saat flashback, Sylvanas membandingkan Nathanos dengan Lor'themar Theron dan Nathanos tidak terima dengan hal itu.
- Ketika Nathanos terus saja merasa putus asa, Sylvanas kesal dengan perbuatannya karena ia sulit untuk berubah.
- Ketika Anya sedang mengantar Nathanos untuk segera mengenakan baju zirah, terjadi sedikit perdebatan antara keduanya karena adanya kesalahpahaman.
- Marah : Ketika Nathanos tiba-tiba ditembak oleh anak panah yang berasal dari tiga orang tidak dikenal
- Terkejut : Pada saat Nathanos melihat bahwa yang akan menjadi tumbal adalah sepupunya sendiri.
- Takut : Ketika Stephon sedang dalam proses penumbalan ritual, ia berteriak "Light will save me!"
